KALAU JODOH MEMANG GAK AKAN KEMANA

Standard

 

Baru saja kemarin teman lamaku silaturrahim ke rumahku bareng keluarganya. Bisa dibilang sudah lebih dari 5 tahun gak pernah ketemu. Padahal ayahku kadang ketemu dengan ayahnya. Maklum, orangtua kami udah lebih dulu temenan sebelum kami temenan *lagi-lagi, orangtua temanku ternyata temannya orangtuaku, dunia oh dunia.. sempitnya dirimu*. Datang-datang dia bawa kabar mau nikah dalam waktu dekat ini. Meski aku memang sudah pernah dengar selentingan kabarnya dari teman lain, tapi tetap sedikit surprise juga pas berita itu datang dari mulutnya langsung. Apalagi kan memang sudah bertahun-tahun kami gak pernah ketemu. Eh tau-tau malah mau nikah aja.

Sepanjang sore itu, sementara orangtuaku ngobrol dengan orangtuanya, aku asyik mendengarkan cerita temanku ini dari mulai proses kenalan sampai sang calon suaminya ini datang melamar langsung ke orangtuanya. Tapi jujur aja, karena ceritanya inilah aku lagi-lagi membuktikan kalimat ‘kalau jodoh memang gak akan kemana’, juga banyak hal yang kudapat dan akhirnya kupahami, meski aku yakin kalau dia sendiri tidak sadar saat cerita itu semua ke aku, hehe.

Pelajaran yang paling kuinget itu justru pacaran gak menjamin apa-apa. Serius deh. Emang ini udah basi banget, tapi meski basi tetep aja masih banyak yang seneng pacaran, bahkan dijadiin hobi. Asal kalian tau aja, temanku ini pacaran dengan A bisa dibilang udah 6 tahun lebih. Ga ngerti deh kenapa bisa awet gitu pacarannya. Eh, sampai akhirnya justru di akhir kuliah mereka putus dan temanku ini langsung didekati seniornya dan akhirnya dilamar. Senior yang akan didekati inilah sang calon suami yang insya Allah akan menikah dengannya awal September ini.

Lucunya, ternyata sang senior ini sudah menyukai temanku sejak awal bertemu. Bisa dibilang love at first sight. Hanya saja pas itu temanku ini masih pacaran dengan A. Sampe si senior ini benar-benar menunggu kapan mereka putus. Akhirnya saat mereka putus beneran, dia langsung menyatakan serius untuk menikah. Temanku ini langsung menerima? Gak juga. Bahkan dia mengaku saat mengiyakan untuk menerima lamaran itu pun masih belum ada rasa yang ada. Cuma berbekal pantang menyerah sang senior akhirnya temanku ini luluh juga. Memang jodoh gak akan kemana. Gak akan ketuker dan gak bisa dipaksakan. Mau pacaran lama-lama kalo memang bukan jodoh ya siap-siap say good bye kalau ditinggal nikah sama pacarmu, hehe.

Selain itu, tiga B alias Bibit, Bebet, Bobot ini memang diperhitungkan banget saat akan menikah, termasuk dari keluarganya. Pacar temanku ini bisa dibilang kalah nyaris segala-galanya dari calon suaminya, terutama akhlak. Memang yah, pada akhirnya entah orang-orang sadar atau tidak, pacaran itu cuma buat main-main, tapi saat melangkah ke jenjang pernikahan, maka semuanya diperhitungkan. Temanku ini cerita kalau awalnya dia sendiri bingung saat senior ini melamar. Jelas saja dia langsung mencari informasi tentang sang senior dan hasilnya memang tidak mengecewakan, bahkan lebih baik dari A tersebut, baik dari segi ibadah, akhlak, penghasilan, deelel.

Aku masih inget banget perkataannya, “Dia ini bukan dari pesantren, sekolah umum biasa. Tapi sholatnya Fi ontime terus.Apalagi keluarganya memang agamis juga Fi. Ibadahnya jalan banget deh. Sementara si A itu magrib aja gak pernah mau ke mesjid, telat lagi shalatnya.  Lah kita kan kalo nikah juga cari suami itu buat jadi pemimpin. Kalo sholat aja amburadul gimana nanti mau mimpin keluarga coba. Lagian si kakak juga udah punya penghasilan sendiri. Akhlaknya juga oke pas aku cari tau. Makanya aku akhirnya memutuskan nerima lamarannya”.

Udah gitu ditambah orangtuanya memang lebih suka dengan sang senior daripada mantan pacar temanku. Tau kenapa? Orangtuanya juga suka mantau FB mantan pacarnya. Tak perlulah kuceritakan seperti apa, yang jelas bagaimana dia berkomunikasi di FB itu belum menunjukkan kalau dia sudah siap dan pantas jadi imam keluarga. Orangtua kan ingin yang terbaik untuk anaknya. Tuh kaum lelaki, note it! Bahkan perempuan yang pacaran aja mencari lelaki yang agama dan akhlaknya bagus buat dinikahi, apalagi perempuan yang sangat menjaga dirinya. Seorang perempuan bersedia menikah dengan seorang lelaki kalau ia sudah yakin sang lelaki mampu jadi imam yang pantas bagi keluarga yang akan dibangun kelak. Ah, aku jadi ingat saat membahas masalah 3B ini dengan kakak iparku. Salah satu keluarga yang jadi role mode itu keluarga Khalifah Umar ibn Khattab hingga cicitnya Umar ibn Aziz. Benar-benar 3 B yang oke punya dan menghasilkan keturunan yang bermutu tinggi.

Selain itu keseriusan juga jadi hal penting kalau kamu memang menginginkan seseorang menjadi pendampingmu kelak. Alasan temanku menerima sang senior juga karena tiap kali mantan pacarnya ditanya kapan akan menikah, jawabannya selalu gak pasti, gak jelas, dan gak diseriusi. Intinya gak punya visi ke depan. Bahkan saat temanku mengabari kalau dia dilamar ke mantan pacarnya dan mantan pacarnya ini jelas marah dan melarang banget, meminta tidak diterima. Tapi saat ditanya siap gak buat melamar dia, lagi-lagi A ini hanya punya seribu alasan yang tak pasti. Kuberitahu kalian ya kawan, perempuan paling tidak suka dengan ketidakpastian. Aku menemukan beberapa kasus orang-orang yang kukenal dan akhirnya menikah dengan orang lain karena lelaki yang dekat dengannya hanya bisa mengarang banyak alasan dan janji. Itulah mengapa saat seorang teman laki-laki bertanya, “Fi, apa sih yang disukai seorang perempuan dari laki-laki?” Maka dengan mantap aku menjawab, ”Keseriusan. Kalau kamu menyukai seseorang dan sudah siap menikah maka lamar dia, nikahi. Kalau tidak maka jangan dekati. Karena kalau kamu hanya bisa dekati tapi gak bisa memberikan kepastian untuk serius, yang ada kaumku ilfil ma lelaki kayak gitu”.

Ada satu hal yang cukup menarik juga dari cerita temanku ini. Ini tentang kegigihan sang senior agar diterima sama temanku. Menyukai temanku sejak awal kenal, menunggunya, bahkan saat mengajukan diri pun malah diragukan temanku, bayangkanlah bagaimana perjuangan sang senior ini buat menaklukan hati temanku. Bukan bermaksud lebay, tapi aku salut sama lelaki tipe begini. Seseorang yang memperjuangkan rasa sukanya untuk maju ke tahapan serius dan halal *ciaelah*. Apalagi dia mendekati temanku memang untuk dinikahi, bukan sekedar pacaran main-main dan tak pasti. Jelas saja aku mesem-mesem pas temanku ini cerita mengapa dia akhirnya luluh juga sama senior tersebut, apalagi pas akhirnya dia malah mencari tahu siapa dan bagaimana senior ini aslinya, makin meleleh dah tuh temanku.

Aku jadi teringat untaian kalimat yang sering diulang Bunda Tatty Elmir dan Pak’e dan jadi motivasi anak-anak FIM. “Jangan pernah langsung pergi saat seorang perempuan menutup pintunya untuk kalian (baca: lelaki) karena bisa jadi ia justru menunggu di balik pintu, berharap kalian akan mengetuknya kembali. Pokoknya jangan pernah menyerah sebelum ditolak 21 kali. Buat yang perempuan juga, jangan pernah menerima laki-laki sebelum menolaknya 21 kali”. Haha.

Walau bagaimanapun, kalimat itu memang kuakui benar adanya. Perempuan memang mudah luluh hatinya kalau tau ada laki-laki serius dan berniat menikahinya lalu benar-benar berjuang buat menaklukan sang perempuan, bahkan meski awalnya ia benci banget dengan laki-laki itu. Ada beberapa kisah nyata teman dan seniorku yang justru menikah dengan orang yang pernah dibencinya. Bayangkan bagaimana usaha suami-suami mereka saat melamar dulu, berkali-kali ditolak sampai akhirnya jadi juga. Namanya juga perempuan. Halus dan lembut banget perasaannya. Mudah tersentuh ma hal-hal kayak begituan. Nah, buat kamu lelaki yang nyaris putus asa karena lamaranmu ditolak berkali-kali sama orang yang kamu sukai, tirulah senior temanku ini. Penuh perjuangan buat menaklukan hatinya, hoho. Yang jelas, ingat.. jangan dekati perempuan kalau hanya untuk kamu pacari. Konkritkanlah ke jalan serius dan pasti: pernikahan.

So, masih khawatir dengan jodohmu? Tenang, kalau jodoh itu memang gak akan kemana.. :)

Teruntuk temanku yang baru saja menikah kemarin, dua temanku –termasuk yang ceritanya kupinjam, terima kasih ya udah diizinkan untuk dipublish-, dan tiga seniorku yang akan menikah dalam waktu dekat ini.. Semoga pernikahannya diberkahi Allah hingga hari akhir, aamiin..

 

 

 

 

8 thoughts on “KALAU JODOH MEMANG GAK AKAN KEMANA

What Do You Think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s